DUKA DI BALIK DERING GAWAI
sumber: http://id.wikihow.com Perempuan itu entah dimana aku pernah melihatnya. Disebelahnya duduk seorang pemuda yang juga tak asing bagiku. Ku pikir ada yang salah pada tingkahnya. Entah apa yang membuatnya terlihat gusar, wajahnya yang merah penuh amarah. Ada sesuatu yang tak ia sukai di tempat ini. Aku kembali kerutinitasku dengan setumpuk kertas diatas meja, dengan berharap suatu hari ketika bertemu lagi kusapalah ia. Sore itu kuliat lagi iya bersama seorang wanita setengah baya dengan kilauan emas melilit di badannya. Kali ini wajahnya merona, tinggkahnya penuh dengan kemerdekaan. Terlihat merek ternama tertulis di kantong belanja yang ia bawa ditangan kirinya. Tangan kanannya memegang ice cream yang berwarna warni. Kini mereka memasuki sebuah toko. Mataku tertuju pada papan nama yang tertera di atas pintu masuk ditoko itu, dengan singap kualihakan mataku kearah lain. Seminggu setelah sore itu, perempuan itu datang lagi. Tak ada yang menanggapinya. Aku pun yakin...