Ayo Berwirausaha: Start Your Online Bussiness Now

“Orang sudah terlalu terbiasa berpikir secara linier. Kalau mau usaha, pasti mencari untung; mencari berhasil. Padahal dalam usaha itu ya pasti ada rugi dan gagal toh? Bagi kamu yang mau berhasil, justru cari kegagalan sebanyak-banyaknya. Sebab keberhasilan itu hanyalah sebuah titik di puncak gunung kegagalan.” – Bob Sadino.

Kata di atas hanyalah satu dari kata-kata motivasi dari om bob sadino. Kita bisa mencontoh keberhasilan dari seorang Bob Sadino ini. Dengan kata-katanya yang pedas dan penampilannya yang nyentrik dan unik menjadikannya legenda pengusaha Sukses di Indonesia.

AYO BERWIRAUSAHA” ajakan inilah yang setidaknya yang harus kita lakukan jika ingin om bob sadino tetap ada.
Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia atau di singkat ADEI Dewan Perwakilan Wilayah (DPD) Sulawesi Selatan mengadakan konferensi tahunan yang dikhususkan bagi UKM untuk membuka wawasan dan memaksimalkan peluang bisnis di ranah online. Dengan tema “AYO BERWIRAUSAHA Start Your Online Busineess Now” membahas mengenai pemanfaatan internet untuk mengembangkan pangsa pasar higga menjangkau global.


ADEI DPD Sulsel memiliki Komitment yang kuat untuk membantu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk tumbuh dan berkembang. Dan juga merupakan wadah untuk memanjukan Perekonomian Indonesia.



Acara ini berlangsung sehari penuh di Hotel Sahid Makassar pada hari Sabtu 4 Maret 2017. Peserta banyak di dominasi oleh kalangan-kalangan muda, juga peserta ada dari pengusaha-pengusaha kecil yang masih baru memulai usahanya dan pengusaha yang sudah berpengalaman.

Tujuan Acara ini adalah mengajak peserta untuk melihat peluang usaha dengan memanfaatkan potensi E-commerce. Dengan mengundang pembicara-pembicara yang handal di bidangnya masing-masing. Ada Abu Hamzah yang memulai usahanya di bidang travel umrah yang di namakan AbuTours.com hanya dalam satu tahun menggunakan e-commerce pendapatannya meningakat sangat pesat.

Pembicara pertama adalah bapak Abu Hamzah yang di wakili oleh bapak H. Agussalim Camma Abutours dengan banyak layanan dan keuntungan lebih. Layanan yang di berikan yaitu banyak tiket murah promo, melayani pembeli tiket pesat dengan berbagai pilihan maskapai, melayani pencarian kamar hotel dengan mudah dan juga terdapat market yang menyediakan kebutuhan ibadah umrah dan haji.  



Selain itu juga terdapat aplikasi harian amanah yang bisa  dibaca dan tempat bersosialisasi dengan sesama pengguna aplikasi Abutour yang bernama cariyta.com


menjelesakan aplikasi yang memudahkan para calon Jama’ah yang akan berangkat ketanah suci. Tak hanya melayani jama’ah tapi juga membuka peluang mereka yang ingin menjadi agen dan mitra

Pembicara kedua adalah ketua umum ADEI Bari Arjono. Ia memulai dengan memotivasi para peserta dengan memperlihatkan foto-foto pengusaha hebat salah satunya adalah pengusaha yang sangat terkenal di dunia dan telah 2 periode menjadi orang kedua di Indonesia yang juga kelahiran Sulawesi Selatan Bapak Bapak Drs.H. Muhammad Jusuf Kalla atau akrab di sapa Jusuf Kalla atau di singkat JK. Beliau adalah contoh pengusaha sukses yang ada di wilayah Sulawesi Selatan dari tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekadar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi.

Seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang hal ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian mayarakat Indonesia. Perkembangan teknologi digital membuat pola perilaku masyarakat berubah. Masyarakat saat ini jika ingin berbelanja tak perlu lagi kepasar tradisional atau mall tapi mereka lebih suka berbelanja melalui toko online yang menyediakan banyak kemudahan dalam bertransaksi. Dari sinilah ADEI lahir menjadi Asosiasi bagi pelaku usaha, akademisi, praktisi, peneliti dan insani yang bergerak di bidang digital.
Menurut pak Bari Selaku ketua umum ADEI “dunia sedang mengalami perubahan, runtuhnya model bisnis konvensional melawan ekonomi digital menjadi bukti bahwa digital menjadi bukti bahwa negara pu harus melakukan transformasi, yang tidak sekedar perubahan mindset, culture dan organisasi. Namun lebih kepada bagaimana kita menrapkan strategi bisnis dengan model baru, yaitu bisnis platforms”.
 Asosiasi ini baru diresmikan pada hari Senin tanggal 1 Februari 2016 kemarin. Sasaran utama yang akan digarap oleh ADEI adalah pada bisnis Usaha Mikro, Kecil & Menengah. Dengan Slogan Indonesia Kerja Nyata pak Bari mengajak semua peserta untuk “ayo berwirausaha” dengan tergabung bersama ADEI yang mempunyai visi  melakukan percepatan dalam pemanfaatan teknologi digital di seluruh bidang. 
Dalam pemaparannya pak bari menjelaskan banyak pontensi yang di miliki Indonesia bahkan Sulawesi Selatan Terkhusus Kota Makassar. Dengan bersama-sama melakukan sinergi dengan pelaku Usaha Kecil dan Menegah mampu memberikan kontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan tantangan yang di berikan ini ADEI menyusun Strategy dengan menargetkan 20 juta Turis yang berkunjung di Indonesia pada tahun 2019 dengan 10 destinasi baru yang dikembangkan (Toba Lake, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Norotai, Labuang Bajo, Mandalika, bromo-tengger-semeru, Thousand Islands, dan tanjung lesung). Hal ini nantinya akan berkontribusi pada GDP hingga 10%, meningkatkan pertumbuhan ekonomi  4,8% sampai 6,9% serta menciptakan 9.8 juta lapangan kerja baru yang dipadukan dengan industri kreatif.
Namun ada 4 tantangan terbesar indonesia yaitu pada Regulator kita belum siapa dan selalu terlambat, untuk Infrstruktur konektifitas masih buruk di daerah-daerah, pada Talent digital kualitas SDM TIK dan digital tidak berdaya saing, juga pada Eco System belum terintegrasi dan tidak transparan.

Dalam kesempatan ini pak Bari melantik Abu Hamzah yang diwakili oleh bapak H. Agussalaim Camma sebagai ketua DPP ADEI wilayah Makassar. DPP baru ini diproyeksikan menjadi role model untuk rencana pembentukan lima DPP lainnya yag meliputi wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan nantinya juga ada di Kepulauan Riau. Hal ini adalah merupakan wujud komitment ADEI mengembangkan potensi ekonomi digital daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Shinta BUBU -  mempunyai nama lengkap Shinta Witoyo Dhanuwardoyo Seorang CEO & Founder Of Bubu.com, Anggel Investor Mentor dan Art/Batik Lover, memulai kariernya karena jatuh cinta pada Internet dan menjadi hoby tersendiri baginya (tiada hari tanpa membuka internet). Si cantik satu ini seorang lulusan arsitektur tapi pada saat ingin mengambil master ia tertarik belajar bisnis, jadilah ia melanjutkan pendidikan Master of Business Administration di Universitas Negeri PortlandAmerika Serikat. Karena orang tuanya tidak sanggup membiayai Kuliahnya maka ia mulai bekerja di komputer laboraturium  di kampusnya.
Untuk membuat sebuah wabsite iya belajar dengan otodidak menggunakan panduan berbagai situs-situs dari internet. Hingga ia menyelesaikan MBAnya selama 2 tahun. Kemudian memulai kariernya di perusahaan konsultan manajemen pada tahun 1995. Ada satu kebiasaannya yang terus ia lakukan setelah pulang dari kantor adalah membuka internet dan mulai mengutak-ataik website yang di buatnya. Hal ini terus dilakukannya selama setahun dan akhirnya ia memutuskan resign pada ahun 1996. Di tahun 1996 ini pula ia mendidirikan bubu.com.
Kamu bisa bayangkan nga, tahun 1996 kamu ngapain aja ? tahun 1996 kamu sudah tau nga apa itu internet ? apa itu web?.
Bahkan facebook dan teman-temannya belum ada. Tapi hal ini tidak menjadi kendala bagi seorang shinta yang pada waktu itu ia sangat percaya apa yang dilakukannya akan mendapatkan manfaat kedepannya. Tapi bukankah hal itu terlalu cepat? Ini adalah pertanyaan besarnya. Saat orang-orang belum mengenal internet apalagi website shinta tak pantang menyerah 10 tahun hal ini dilakukannya. Mulai dari mencari patner, mencari sendiri clienya kemudian mengedukasi tentang internet dan website. Bahkan ia berani menjadi seorang Angel Investor.
Tentunya ia percaya bahwa kendala itu bisa ia lewati dengn kepercayaan clientnya dan ke cintaannya pada apa yang sedang ia kerjakan.  Dengan kepercayaan dan cinta inilah membawanya terpilih menjadi Inspiring Women 2013 Honor Roll majalah Forbes Indonesia dan dia telah diakui oleh asia global yang sebagai salah satu dari 99 wanita paling berpengaruh.

Menurutnya seseorang itu belum sukses jika ia tidak mengalami kegagalan. Ia juga mengatakan “don’t just be a user; be a player”, yang artinya jangan terlalu bangga menjadi pemakai, jadilah pemain yang mempunyai pemikiran besar.


Bersambung...


Serba Serbi Seminar




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Surat untuk Sahabat

12 MANFAAT NABUNG DI PRUDENTIAL